Struktur Organisasi
Posted by SMAN 1 Ketapang
on , under
Struktur Organisasi
|
komentar (0)
Struktur Organisasi SMAN 1 Ketapang
Kepala Sekolah : Drs. Subaidi, M.PdWakasek Kurikulum : Sulaiman, SE
Wakasek Kesiswaan : Saadatul Sumroh, S.Pd
Wakasek Humas : Wahyu Purwiningsih, S.Pd, M.Psi
Wakasek Sapras : Akh. Isnain Kurniadi, S.Pd
Pengurus Sekolah |
| Pengurus Sekolah |
| No | Jabatan | Nomor Pegawai | Nama |
|---|---|---|---|
| 1 | Kepala Sekolah | 310976989 | Drs. Subaidi, M. Pd |
| 2 | Waka Bid. Kurikulum | 310175951 | Sulaiman, SE |
| 3 | Waka Bid. Sarana Prasarana | 310175928 | A. Isnain Kurniadi, S.Pd |
| 4 | Waka Bid. Humas | 310175960 | Wahyu Purwaningsih, S.Pd |
Visi dan Misi
Posted by SMAN 1 Ketapang
on , under
Visi dan Misi
|
komentar (0)
Visi dan Misi
Halaman Visi dan MisiA. Visi Sekolah
SMA Negeri 1 Ketapang memiliki visi :
“Santun Dalam Pekerti, Unggul Dalam Prestasi, Kondusif Dalam Edukasi,”
B. Misi SekolahMisi SMA Negeri 1 Ketapang adalah
1. Membentuk perseta didik bermoralitas Islami yang sempurna.
2. Meningkatkan prestasi akademis.
3. Meningkatkan prestasi ekstrakurikuler.
4. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.
5. Menciptakan suasana belajar yang kondusif
6. Mengembangkan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun).
Kurikulum Nasional dan Generasi Peneliti
Posted by SMAN 1 Ketapang
on , under
Kurikulum
|
komentar (0)
“Ini melahirkan pembelajaran dan pengajaran yang tidak otentik. Guru mengajar agar siswa lulus ujian, bukan untuk mendalami ilmu itu sendiri secara lebih baik. Demikian juga dengan siswa. Siswa hanya belajar sejauh terkait dengan ujian nasional. Gairah belajar dan eksplorasi rasa ingin tahu atas sebuah gejala alam dan sosial menjadi mandek,”ujarnya dalam Seminar Nasional Membangun Habitus Baru Pendidikan yang diadakan oleh Prasetiya Mulya Business School, Kamis (3/11).
Dalam paparannya Doni menjelaskan bahwa kurikulum nasional dari tingkat dasar sampai menengah tidak mempersiapkan siswa menjadi penulis mumpuni dan generasi peneliti. “Kurikulum Nasional tidak memberi tempat pada semangat eksplorasi dan rasa ingin tahu siswa. Selain itu, kurikulum nasional gagal dalam menumbuhkan minat baca dalam diri anak didik.
Kegagalan desain pendidikan di tingkat dasar dan menengah ini berdampak pada kinerja riset dan publikasi jurnal ilmiah di Universitas. Karena itu, untuk memperbaikinya, perlulah kerjasama yang sinergi mulai dari pendidikan dasar sampai tinggi dalam mendesain kelahiran generasi peneliti dan penulis mumpuni di Indonesia.
Hadir sebagai pembicara lain adalah Agus Suwignyo (Dosen UGM), Terry Mart (Universitas Indonesia), Hoki Situngkir dan Radhar Panca Dahana (Budayawan).


